Pemalang
Maraknya hama tikus menjadi momok menakutkan bagi petani, karena hama tersebut kerap menjadikan petani gagal penen. Akhirnya, Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang dan Provinsi Jateng menggelar pemberantasan tikus di Desa Tegalsari barat, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang dengan mengadakan gropyok tikus.
Acara gropyokan tikus yang digelar belum lam ini dihadiri ratusan warga dengan dibantu puluhan personil TNI dan personil dari Dinas Pertanian. Dengan menyisir lahan sawah di Dusun Mangunsari, Sumur Munding dan Dusun Tegalsari ribuan tikus mampu dikumpulkan petani, dengan menggunakan sistem pengasapan dan penggalian lubang hama pengerat itu.
Dijelaskan Kepala Desa Tegal Sari Barat,Suprayitno, kegiatan tersebut merupakan agenda pemberantasan hama tikus, yang dihadiri langsung Dandim, Dinas Pertanian Provinsi, mantri hama tanaman, PPL dan anggota koramil beserta ratusan petani yang berjumlah sekitar 500 orang. Para petani sendiri nampak antusias lantaran mereka juga menghendaki hama tikus agar segera berkurang.
Ia menjelaskan sekitar 1.500 ekor hama pengerat tersebut mampu ditangkap oleh warga yang dilakukan pengecoran air dan sistem pengasapan belerang ke tiap lubang tikus, akhirnya ribuan hama tersebut ditimbun.
"Kami mengharapkan upaya pemerintah dalam memberikan perhatian khususnya bagi petani dalam meminimalisir wabah hama tikus yang kerap menjadikan pertanian padi gagal panen," ungkapnya.
Suprayitno berharap agar kegiatan tersebut dapat diadakan setahun sekali, sehingga mampu membantu petani. Sebab ratusan hektar lahan sawah di wilayah desanya sudah sering diserang hama tikus ini, kata dia.
"Sudah dua tahunan petani tidak panen, hanya tahun ini baru dilakukan gropyok tikus,” ungkap Suprayitno.
Ia juga mengharapkan pemerintah daerah dapat membantu masyarakat dalam pembasmian hama tikus. Petani perlu bantuan pemerintah agar wilayah pertanian ini terbebas dari hama tikus dan hama lainnya. (hery/R1)




0 komentar:
Posting Komentar